Senin, 23 Desember 2013

“ Element ke delapan dari element – element of journalism”

1.1    Pendahuluan
Seorang wartawan atau jurnalis dalam menyajikan berita tidak hanya berpacu dalam fakta, namun ada beberapa acuan yang harus dilakukan oleh seorang wartawan atau jurnalis dalam pembuatan berita agar beruta yang disajikan lebih menarik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Sesuai aturan yang tertera dalam Element – Element Jurnalistik yang ke delapan yaitu “  Seorang wartawan harus membuat berita Komprehensif dan Proporsional “. Jadi dalam pembuatan paper kali ini kami akan membahas mengenai Element – Element Jurnalistik yang ke delapan.
1.2    Uraian Materi
Jadikan berita Komprehensif dan Proporsional
Komprehesif dan Proporsional dalam jurnalisme memang tidak seilmiah pembuatan peta. Akan tetapi jurnalisme itu seperti (kartografi) peta modern ia menghasilkan navigasi untuk berlayar di dalam masyarakat. Maka jurnalisme juga harus menjadikan berita yang proporsional dan komprehensif.
Dengan megumpamakan jurnalisme sebagai pembuatan peta, kita melihat bahwa proporsi dan komprehensivitas adalah kunci akurasi. Kita juga terbantu dalam memahami lebih baik keanekaragaman dalam berita.

MUSEUM BAHARI

MUSEUM BAHARI
Sejarah Museum Bahari

Museum Bahari adalah museum yang menampilkan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Museum bersejarah ini berdiri di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap ke Teluk Jakarta. Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya.

Adalah bekas gudang rempah-rempah VOC Belanda, terletak di tepi Teluk Jakarta yang indah. Dahulu kala tempat itu menjadi pusat perniagaan penting. Begitu sibuknya sehingga perlu penjagaan ketat, Kapal-kapal besar dan kecil hilir-mudik mengangkut rempah-rempah, berupa cengkeh, buah pala, lada, kayu manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi dan lain-lain diangkut ke Eropa dan beberapa negara lain di dunia.

Hasil bumi Nusantara ini menjadi monopoli komoditi penting perusahaan dagang VOC (Vereningde Indische Compagnie) Belanda. Hingga kini gudang tua itu masih bertengger dan terkesan angker. Cocok diubah fungsinya sebagai museum yang menyimpan benda-benda sejarah kelautan.

Bangunan tahun 1652

Bangunan berlantai tiga itu didirikan tahun 1652 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda di Batavia. Tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap Teluk Jakarta. Disebelah kanan tak jauh dari gudang induk dibangun menara. Sekarang dikenal dengan nama Menara Syahbandar dibangun tahun 1839 untuk proses administrasi keluar masuknya kapal sekaligus sebagai pusat pengawasan lautan dan daratan sekitar.

Secara signifikan gudang tersebut mengalami perubahan. Tahun perubahan itu dapat dilihat pada pintu-pintu masuk. Di antaranya tahun 1718, 1719 dan 1771. Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya ketika perang dunia II meletus (1939-1945) gudang tersebut menjadi tempat logistik peralatan militer tentara Dai Nippon. Setelah Indonesia Merdeka difungsikan untuk gudang logistik PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan PTT (Post Telepon dan Telegram)

Sejauh ini gudang bersejarah itu tampak lebih utuh setelah direnovasi Pemda DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977 oleh Ali Sadikin, yang pada waktu itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di perut Museum Bahari tersimpan benda-benda sejarah berupa kapal dan perahu-perahu asli maupun miniatur. Mengingatkan kepada kita bahwa sejak jaman dahulu kala ‘nenek moyangku orang pelaut’. Ada kebanggaan ‘kebaharian’ dari bangsa pemberani di dalam mengarungi samudra luas dan ganas. 




“ JAUHI SIFAT AMARAH, DENGKI DAN SOMBONG “

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
B.     RUMUSAN MASALAH
C.     TUJUAN

BAB II
PEMBAHASAN
“ JAUHI SIFAT AMARAH, DENGKI DAN SOMBONG “
A.   AMARAH
Definisi
Marah itu sebenarnya adalah suatu perasaan yg asalnya dari secebis api yang tercipta dari kekuasaan Allah SWT, yang panasnya naik ke pangkal hati dan bersemadi pula di dalam lubuk hati hingga membara, kemudian diselaputi oleh abunya. Daripadanya terpancar sifat amarah yang terpendam di dalam hati setiap orang yang sombong dan bongkak, seperti terpancarnya api dari batu yang bergesel dengan batu atau objek lain yang boleh mengeluarkan api.Orang yg melihat dengan nurul-yakin(cahaya keyakinan) sesungguhnya dapat menyingkap , bahawa dari manusia itu telah ditarik sepotong urat yang berhubung kait dengan hasutan syaitan, apabila api kemarahan seseorang itu mula berkobar-kobar, maka, hasutan syaitan menjadi semakin kukuh dan membuak-buak, sebagaimana pernah diceritakan dalam al-quran surah al-A’raf ayat 12 yg bermaksud: “ENGKAU (TUHAN) TELAH MENCIPTAKAN AKU DARI API, DAN ENGKAU CIPTAKAN IA (MANUSIA) DARI TANAH”.

Sikap tanah itu sentiasa bertenang dan tetap, manakala sifat api pula bernyala-nyala, menyerang, berkobar-kobar dan bergelodak. Kemudian timbul dari sifat marah itu perasaan-perasaan lain, yaitu DENDAM, HASAD dan DENGKI, dan menerusi sifat-sifat inilah telah banyak orang yg binasa dan banyak juga orang yg rosak. Pokok segala kebinasaan dan kerosakan itu berpunca dari seketul daging(hati), jika hati dijaga dengan baik, mka baiklah seluruh tubuh badan seseorang. 


Jika sekiranya kita telah mengetahui bahawa sifat-sifat dendam, dengki dan marah itu di antara sifat-sifat yang menarik atau membawa manusia kepada sebab-sebab kemusnahan dan kecelakaan, maka perlulah seseorang itu mengetahui sebab-sebab pendorongnya atau punca-punca perosaknya, agar ia dapat menghindarkan diri daripada bahaya-bahaya itu, dan agar ia dapat berhati-hati dan menjauhkan hati dari diseliputi perasaan tersebut.


“ Konsep dan Teori Informasi “

BAB I
PENDAHULUAN
 1.1 LATAR BELAKANG
Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran ,representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
 1.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Informasi itu bisa terjadi ?
Bagaimana Jenis Informasi ?
Bagaimana Sifat Informasi ?
Bagaimana Kualitas Informasi ?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui bagaimana proses informasi bisa terjadi
2. Mengetahui Jenis – jenis Informasi
3. Mengetahui Sifat – sifat Informasi
4. Mengetahui Kualitas Informasi

Tugas Pokok dan Fungsi Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Negara republik indonesia mengenal adanya lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam UUD 1945 dengan melaksanakan pembagian kekuasaan (distribution of power) antara lembaga-lembaga negara. Kekuasaan lembaga-llembaga negara tidaklah di adakan pemisahan yang kaku dan tajam, tetapi ada koordinasi yang satu dengan yang lainnya.
Sebagai negara demokrasi, pemerintahan Indonesia menerapkan teori trias politika. Trias politika adalah pembagian kekuasaan pemerintahan menjadi tiga bidang yang memiliki kedudukan sejajar. Ketiga bidang tersebut yaitu :
1.    Legislatif bertugas membuat undang undang. Bidang legislatif adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
2.    Eksekutif bertugas menerapkan atau melaksanakan undang-undang. Bidang eksekutif adalah presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang membantunya.
3.    Yudikatif bertugas mempertahankan pelaksanaan undang-undang. Adapun unsur yudikatif terdiri atas Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).
RUMUSAN MASALAH
      Bagaimana Tugas dan fungsi Badan legislative dan Eksekutif ?
      Bagaimana Hak & kewajiban legislative dan Eksekutif ?
      Bagaimana Badan kelengkapan legislative dan Eksekutif ?
      Bagaimana Mekanisme kerja dan hubungan legislative dan Eksekutif ?
      Bagaimana Dasar hukum legislative dan Eksekutif ?

TUJUAN
      Mengetahui Tugas dan fungsi Badan legislative dan Eksekutif
      Mengetahui Hak & kewajiban legislative dan Eksekutif
      Mengetahui Badan kelengkapan legislative dan Eksekutif
      Mengetahui Cara Mekanisme kerja dan hubungan legislative dan Eksekutif
      Mengetahui Bagaimana Dasar hukum legislative dan Eksekutif

Kamis, 19 Desember 2013

LIVE REPORTER

Tugas Dasar - Dasar Penyiaran

Live Report @Jln. Alternatife Cibubur " Ulah Si Parkir Sembarang "
Sahabat bisa kunjungi Youtube di Link dibawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=pf4IugVXuBo

SEJARAH PERADABAN, KUMPULAN TEORI SOSIOLOGI DAN KOMUNIKASI

BAB 1
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Setiap orang yang mempelajari Sosiologi dan komunikasi, sesungguhnya secara tidak sadar telah mengetahui sedikit tentang sosiologi dan komunikasi Selama hidupnya, dia telah menjadi anggota masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman-pengalaman dalam hubungan sosial atau berinteraksi dengan antar manusia. Dia juga menyadari bahwa kebudayaan dan peradaban dewasa ini merupakan hasil perkembangan masa-masa yang silam. Semuanya merupakan pengetahuan yang bersifat sosiologis karena ikut sertanya dia didalam hubungan –hubungan sosial dan komunikasi dalam membentuk kebudayaan masyarakatnya dan kesadaran akan adanya persamaan dan perbedaan dengan orang-orang lain memberikan gambaran tentang objek yang di pelajarinya yaitu sosiologi dan komunikasi.
Awal mulanya, orang-orang yang meninjau masyarakat hanya tertarik pada kasalah-masalah yang menarik perhatian umum, seperti kejahatan, perang, kekuasaan golongan yang berkuasa, keagamaan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, timbullah perumusan nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang seharusnya di taati oleh setiap manusia dalam hubungannya dengan manusia lain dalam satu masyarakat.
Perbedaan yang tidak jarang menimbulkan pertentangan antara harapan dengan kenyataan memaksa para ahli pikir untuk mencarai penyebab-penyebabnya dengan jalan mempelajari kenyataan-kenyataan didalam masyarakat, sehingga timbul berbaai macam teori tentang masyarakat.
Selanjutnya, filsafat merupakan asas-asas dari eksistensi dan yang menduga kenyataan yang terpenting. Kala itu, filsafat adalah ilmu tentang ilmu pengetahuan, kritik dan sistematika pengetahuan penyempulan ilmu pengetahuan empiris pengajaran rasional, akal pengalaman, dan seterusnya. Dengan demikaian, filsafat mencakup ontology, deontologi, epistemology, dan aksiologi. Ontology yang menjadi cabang filsafat tentang sifat kenyataan riil dan deontologi adalah sifat kenyataan idil. Epistemology merupakan dasar-dasar batas-batas pengetahuan. Sementara itu, aksiologi adalah evaluasi atau penilaian dasar-dasar dan kenyataan.

B.   Pengertian
Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis.  Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan ... kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat". Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.