Tampilkan postingan dengan label DASAR - DASAR PENYIARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DASAR - DASAR PENYIARAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

ANGGARAN PEMBUATAN STASIUN TELEVISI

ANGGARAN PEMBUATAN STASIUN TELEVISI

TELEVISI
Stasiun televisi yang ada di Indonesia dapat digolongkan ke dalam 3 (tiga) golongan berdasarkan wilayah kerjanya, yaitu:
1.      Stasiun Televisi Nasional,
2.      Stasiun Televisi Daerah, dan
3.      Stasiun Televisi Jaringan.
Sejauh pengetahuan kami, pemerintah sudah tidak mengeluarkan ijin lagi untuk pembangunan Stasiun Televisi Nasional. Dengan demikian untuk saat ini yang berkembang adalah pembangunan Stasiun Televisi Daerah dan Stasiun Televisi Jaringan. Khususnya untuk Stasiun Televisi Jaringan, untuk saat ini perkembangannya dengan cara bekerjasama dengan Stasiun Televisi Daerah, atau mengakuisisi Stasiun Televisi Daerah tersebut. Sedangkan perkembangan Stasiun Televisi Daerah, dibeberapa daerah mendapat bantuan yang signifikan dari Pemerintah Daerah (Pemda Tinggkat II) karena berkaitan secara langsung dengan perkembangan daerah tersebut.

TEKNOLOGI
Tenologi yang diterapkan di sebuah stasiun televisi ada 2 (dua) macam:
1.      Teknologi Analog (televisi analog), dan
2.      Teknologi Digital (televisi digital).
Menurut perencanaannya, pemerintah menginginkan teknologi televisi digital mulai diterapan di Indonesia pada tahun 2012. Dan pada tahun 2018 diharapkan sudah tidak ada lagi stasiun televisi yang berteknologi analog. Tetapi pada kesempatan ini kami masih menyarankan teknologi yang nanti diterapkan di stasiun televisi yang akan dibangun ini masih menggunakan teknologi analog dengan pertimbangan:
1.      Pesawat televisi yang ada di pasaran hampir seluruhnya (mungkin seluruhnya) masih menerapkan teknologi analog.
2.       Sebagian besar stasiun televisi yang lain juga masih menggunakan teknologi analog.
3.      Sarana pendukungnya/suku cadang mudah didapat dan harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan suku cadang stasiun televisi yang berteknologi digital.


PENYIARAN INDONESIA

1.1            Pendahuluan
Media Penyiaran sangat berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat saat ini, karena dengan adanya media penyiaran masyarakat bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas dan bisa mendapatkan info – info terkini yang sedang terjadi disekitarnya. Oleh karena itu peran Media penyiaran sangatlah penting untuk kehidupan masyarakat. Dan dalam paper ini saya pun mencoba untuk mengulas dan mempelajari sejarah perkembangan media penyiaran di Indonesia. 
1.2       Uraian Materi
PENYIARAN INDONESIA
A. Sejarah Penyiaran di Indonesia
Pada tahun 1911, Angkatan Laut Kerajaan Belanda pertama kali mengoperasikan fasilitas radio komunikasi di Sabang, pulau paling barat dari wilayah Indonesia. Fasilitas radio ini digunakan sebagai alat komunikasi untuk mengatur lalu lintas kapal laut yang melintas Selat Malaka, jalur perdagangan yang sangat sibuk pada waktu itu. Setelah perang dunia pertama usai, tepatnya pada tahun 1925, di Jakarta berdiri Batavia Radio Society atau Radio Batavia Vereniging (BRV), sekelompok broadcaster yang mulai mengudarakan siaran tetap berupa pemutaran musik barat. Lahirnya BRV inilah yang mulai mengawali keberadaan radio siaran di Hindia Belanda (Indonesia).
Dan  pada 8 Maret 1942, Belanda menyerah kepada Jepang. Pada saat itu radio siaran yang ada dihentikan. Kemudian Jepang mendirikan lembaga penyiaran baru yang dinamakan Hoso Kanri Kyoko dengan cabang-cabangnya di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogjakarta, Surakarta, Surabaya, dan Malang. Kedelapan stasiun daerah inilah yang kemudian menjadi embrio pendirian Radio Republik Indonesia (RRI). Pada sebuah pertemuan di Jakarta pada 11 September 1945 RRI didirikan oleh pemerintah Indonesia.
Menengok sejarah RRI berarti mencermati kembali sejarah masa awal kemerdekaan Indonesia. Radio mempunyai peran sentral dalam mengampanyekan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 kepada dunia. Berkat peran radio inilah masyarakat dunia mendengar proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan dukungan-pun segera mengalir dari negara-negara tetangga. Sejarah ini diukir oleh para angkasawan (penyiar radio) Ronodipuro dan Bachtar Lubis, dengan keberaniannya yang luar biasa mengudarakan naskah proklamasi dan mempropagandakan kemerdekaan bangsa Indonesia secara terus menerus dari waktu ke waktu, mulai dari pukul 19.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.
Sejarah sistem penyiaran televisi di Indonesia dimulai pada 17 Agustus 1962. Hari itu, Televisi Republik Indonesia (TVRI) lahir dan untuk pertama kalinya beroperasi. Dengan pemancar berkekuatan 100 watt, siaran pertama dilakukan untuk menyiarkan peringatan ulang tahun ke 17 proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dari halaman Istana Merdeka Jakarta. Pada awalnya TVRI adalah proyek khusus untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games ke 4 di Jakarta. Siaran TVRI sehubungan dengan Asian Games dikoordinir oleh Organizing Comitte Asian Games IV yang dibentuk khusus untuk event olah raga itu, di bawah naungan Biro Radio dan Televisi Departemen Penerangan. Mulai 12 November 1962 TVRI mengudara secara reguler setiap hari. Pada 1 Maret 1963 TVRI mulai menayangkan iklan seiring dengan ditetapkannya TVRI sebagai televisi berbadan hukum yayasan melalui keputusan presiden RI nomer 215 tahun 1963. Namun pada tahun 1981 dengan berbagai alasan politis TVRI tidak diijinkan lagi menayangkan iklan.

Kamis, 19 Desember 2013

LIVE REPORTER

Tugas Dasar - Dasar Penyiaran

Live Report @Jln. Alternatife Cibubur " Ulah Si Parkir Sembarang "
Sahabat bisa kunjungi Youtube di Link dibawah ini :

http://www.youtube.com/watch?v=pf4IugVXuBo